Are Cryptocurrencies Safe?


Cryptocurrency yang dalam bahasa Indonesia berarti mata uang kripto adalah mata uang digital atau virtual yang diamankan dengan kriptografi, yang membuatnya hampir tidak mungkin untuk dipalsukan atau dibelanjakan dua kali. Banyak cryptocurrency yang jaringannya terdesentralisasi berdasarkan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, cryptocurrency mulai dilirik untuk menjadi instrumen investasi karena nilainya yang terus mengalami lonjakan dalam beberapa bulan terakhir. Cryptocurrency seperti Bitcoin, Etherium, dan Dogecoin digadang-gadang sebagai emas digital yang dianggap lebih aman untuk terhindar dari inflasi menurut beberapa investor.

Namun, tidak sedikit pula yang meragukan keamanan dari teknologi ini. Cryptocurrency biasanya dibuat dengan teknologi blockchain, yaitu teknologi yang mencatat informasi ataupun transaksi yang tidak dapat diubah. Teknologi ini cukup sulit dirusak oleh peretas. Selain itu, dalam transaksi ini memerlukan proses otentifikasi yang memiliki dua faktor, contohnya ketika Anda diminta untuk memasukkan username dan password serta mungkin saja Anda diminta untuk memasukkan kode otentikasi yang dikirimkan secara personal kepada Anda via SMS atau panggilan telepon. Meskipun telah menerapkan banyak langkah pengamanan, bukan berarti cryptocurrency tidak dapat diretas. Faktanya, marak terjadi pencurian hingga peretasan uang kripto. Beberapa hal dapat dilakukan untuk melindungi uang kripto yang Anda miliki seperti:

1. Mengamankan perangkat yang digunakan untuk transaksi, seperti dengan memasang firewall dan antivirus agar private key tidak bocor.

2. Tidak menggunakan Wi-fi publik atau jaringan yang rentan diretas saat melakukan transaksi.

3. Hati-hati dengan penipuan.

4. Menggunakan cold wallet, karena penggunaan hot wallet yang harus online lebih berisiko mendapat serangan dari peretas.

5. Tidak menggunakan hosted wallet atau wallet di web karena sering menjadi sasaran peretas.

6. Menyimpan data cadangan untuk mengantisipasi data yang rusak hingga dicuri dan menyebabkan Anda tidak dapat mengakses wallet.

Setiap teknologi memiliki kerentanan terhadap serangan dari para peretas, begitu pula dengan teknologi cryptocurrency. Penggunaan cryptocurrency yang memberikan banyak keuntungan harus diimbangi dengan melakukan langkah-langkah pengamanan transaksi dan hal yang berkaitan, sehingga pengguna memiliki kemungkinan yang kecil untuk mengalami kerugian dari suatu serangan.

Menyadari akan pentingnya keamanan siber, Politeknik Siber dan Sandi Negara didukung Bank Sinarmas mengadakan ajang  “Wreck It 2.0: Exploiting the Cyber, Catching the Vulnerabilities, Securing the State”. Ajang ini merupakan sebuah kompetisi terkait keamanan siber di mana para peserta harus dapat mengalahkan peserta yang lain dengan keahliannya dalam dunia siber dan hacking. Kompetisi ini sangat menarik dan berhadiah jutaan rupiah. Hanya dengan melakukan pembukaan rekening Bank Sinarmas melalui SimobiPlus kamu bisa menjadi peserta kompetisi ini. Selain itu, terdapat webinar yang mengangkat isu-isu keamanan siber yang sangat menarik untuk dibahas. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *