Bagaimana Keamanan Data Pribadi Anda di Bank?


Kasus puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan data pribadi pengguna bocor dan diperjualbelikan secara ilegal, semakin marak terjadi di Indonesia. Sebut saja, kasus kebocoran data pelanggan e-commerce terkenal yang terjadi di tahun 2020. Tak hanya merugikan perusahaan, hal ini juga menimbulkan kerugian bagi pengguna secara pribadi. Data pribadi dianggap sama bernilainya seperti aset properti atau emas yang dijaga ketat keamanannya.

Mengapa demikian? Data pribadi merupakan informasi mengenai seseorang, seperti tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat rumah, hingga pekerjaan. Bayangkan, apabila ada seseorang yang mengetahui data pribadi milik orang lain dan menggunakannya untuk hal yang tidak merugikan, seperti pencurian akun bank dengan mengatasnamakan orang yang dicuri datanya. Hal ini tentu berbahaya, sehingga sangat perlu edukasi mengenai pentingnya melindungi keamanan data pribadi dan menjaga privasi di tengah era internet di mana ancaman dan bahaya mengintai tanpa kenal waktu dan tempat.

Belum adanya regulasi atau peraturan resmi yang secara khusus mengatur perlindungan data pribadi, merupakan salah satu penyebab mengapa Indonesia menjadi ladang subur bagi para peretas untuk mencuri data pribadi pengguna melalui hacking atau peretasan. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan dan perlindungan data masih dinilai kurang, sehingga rasa peduli terhadap keamanan data masih minim.

Bagaimana dengan data yang disimpan oleh nasabah di bank? Apakah data tersebut sudah pasti aman dan tidak bocor? Di zaman sekarang ini, sebagian besar dari bank sudah memiliki aplikasi mobile yang dapat diakses secara mudah dan praktis oleh nasabah melalui smartphone yang terhubung dengan koneksi internet. Namun, menilik dari maraknya kasus pencurian data dari internet, apakah hal ini aman?

Bank Sinarmas memiliki aplikasi mobile banking SimobiPlus yang dapat digunakan nasabah Bank Sinarmas untuk memenuhi kebutuhan finansial, nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi bank melalui smartphone berbasis Android dan iOS.

Bagaimana cara menjaga agar kita dapat menggunakan aplikasi SimobiPlus dengan aman ditengah kerawanan kebocoran data pada saat ini? Berikut beberapa tips untuk menggunakan SimobiPlus dengan aman:

1. Pastikan untuk mengunduh aplikasi resmi Simobi dari Google Playstore atau AppStore.

2. Hindari penggunaan akses Wi-Fi publik dalam melakukan transaksi melalui Simobi.

3. Jaga kerahasiaan data dan waspadai upaya penipuan oleh individu yang bertindak atas nama pejabat bank atau pejabat lainnya. Jangan pernah memberi tahu siapa pun tentang PIN dan kode SMS OTP. Ubah PIN Anda secara teratur dan hindari penggunaan PIN yang dapat diprediksi.

4. Logout setelah proses transaksi dan aktivitas perbankan telah selesai dilakukan.

5. Jika terdapat konten yang mencurigakan/tidak rasional dalam setiap transaksi Anda, harap hentikan transaksi dan hubungi Bank Sinarmas Care segera (1500153).

6. Pastikan perangkat/smartphone Anda selalu berada dalam pengawasan. Jika kehilangan smartphone yang terhubung ke Simobi, segera laporkan ke Bank Sinarmas. Juga laporkan ke penyedia layanan Anda untuk memblokir nomor ponsel Anda.

Dengan menggunakan aplikasi SimobiPlus Bank Sinarmas, kita dapat melakukan transaksi dengan mudah, cepat, praktis dan pastinya aman. Selain itu, Bank Sinarmas juga melakukan aksi nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya keamanan data pribadi pengguna, dengan mendukung sepenuhnya kegiatan Wreck It 2.0 yang tahun ini mengusung tema: Exploiting the Cyber, Catching the Vulnerabilities, Securing the State. Wreck It 2.0 diselenggarakan oleh Politeknik Siber dan Sandi Negara sebagai salah satu sarana edukasi untuk masyarakat, khususnya anak muda yang banyak menjadi target sasaran peretasan data pribadi, mengingat menjamurnya pengguna sosial media dan aplikasi mobile di kategori usia muda. Yuk, jangan sampai ketinggalan untuk ikutan CTF Competition dan webinar menarik dari Wreck It 2.0!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *