Pentingnya Keamanan Siber Guna Melindungi Sistem Digitalisasi Perbankan


Illustration by Freepik Storyset

Di era yang serba digital, bank sebagai salah satu lembaga yang dipercayakan masyarakat dalam mengelola dan menyimpan aset berupa uang dan surat berharga, juga melakukan transformasi terhadap sistemnya. Salah satunya, transaksi sektor perbankan. Oleh karena itu, keamanan pun menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak bank dan nasabah, khususnya keamanan di ranah siber.

Alasan nyata pentingnya keamanan siber dalam transaksi sektor perbankan adalah untuk melindungi aset pelanggan. Karena semakin banyak orang yang tidak memiliki uang tunai, aktivitas transaksi dilakukan melalui sistem pembayaran online dan pemindai kredit fisik. Dalam kedua situasi tersebut, PII (Personally Identifiable Information) dapat dialihkan ke lokasi lain dan digunakan untuk aktivitas berbahaya.

            Hal tersebut tentu dapat merugikan bank saat percobaan pemulihan data dilakukan. Ketika disandera, bank mungkin perlu membayar ratusan ribu dolar untuk mengeluarkan informasi tersebut. Selain itu, bank juga akan kehlangan kredibilitas serta kepercayaan pelanggan maupun lembaga keuangan lainnya. Di sisi lain, nasabah juga ikut dirugikan karena perlu membatalkan semua kartu dan membuat akun bank baru.

Ada beberapa hal yang perlu umum dilakukan dalam dunia pengembangan software perbankan, diantaranya:

1. Audit keamanan yang menyeluruh mengungkapkan kekuatan dan kelemahan dari persiapan penerapan software serta memberikan rekomendasi yang memungkinkan investasi yang tepat.

2. Dengan melakukan peningkatan versi firewall dan diiringi aplikasi anti-virus dan anti-malware yang diperbaharui, bank dapat memblokir aktivitas berbahaya sebelum mencapai bagian lain dari jaringan. Serta membatasi kemungkinan terlewatnya serangan yang berpotensi terhadap sistem.

3. MFA (Multi Factor Authentication) sangat penting untuk melindungi nasabah yang menggunakan aplikasi seluler atau online dalam melakukan aktivitas perbankan. MFA akan menghentikan penyerang mencapai jaringan karena meminta tingkat perlindungan lain. Misalnya, kode enam digit dikirim ke ponsel pelanggan.

4. Logout otomatis meminimalkan kemungkinan penyerang mendapatkan catatan pengguna dengan mudah yaitu dengan menutup akses pengguna setelah tidak aktif selama beberapa menit.

Selain keempat hal tersebut, bank juga selalu mengedukasi nasabah terkait keamanan data, diharapkan agar nasabah untuk melakukan pengamanan dan pengkinian data secara berkala terhadap informasi pribadinya. Terkait hal ini, Bank Sinarmas sudah melakukan hal tersebut di atas dengan sebaik mungkin.

Bank Sinarmas yang merupakan salah satu bank di Indonesia yang telah menerapkan digitalisasi layanan menaruh perhatian penuh pada keamanan siber di era digitalisasi sistem perbankan. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah dengan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kegiatan Wreck It 2.0 yang dilakukan oleh Poltek SSN, di mana kegiatan tersebut bukan hanya berisikan kompetisi namun juga berisi webinar dengan materi-materi penting dan menarik terkait keamanan siber yang mengusung tema “Exploiting the Cyber, Catching the Vulnerabilities, Securing the State” dalam bentuk webinar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *