Pentingnya Perlindungan Data dan Informasi Pribadi dari Kejahatan Siber


Data atau informasi merupakan suatu aset yang sangat berharga dan harus dilindungi. Terlebih, jika data tersebut berada dalam suatu sistem komputer, sistem jaringan atau bahkan dalam jaringan internasional yang sering disebut dengan internet, keamanan dan kerahasiaan data menjadi sangat penting agar informasi tidak jatuh kepada pihak yang tidak diinginkan maupun berniat merusak informasi. Ruang lingkup keamanan dan kerahasiaan tersebut mencakup keamanan fisik, keamanan akses, keamanan data serta keamanan jaringan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan berkaitan dengan keamanan dan kerahasiaan data diantaranya ialah: aspek Secrecy yang berhubungan dengan akses membaca data dan informasi, aspek Integrity yang berhubungan dengan akses untuk mengubah data dan informasi serta aspek Availability yang berhubungan dengan ketersediaan data dan informasi. Namun, demi menjamin keamanan informasi yang bersifat sensitif ataupun rahasia, tidak jarang dibuatkan kode sandi tertentu. Sehingga apabila data tersebut dicuri, isi atau keaslian data tidak akan dengan mudah didapatkan oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan.

Saat ini, penggunaan akses internet melalui komunikasi nirkabel memperbesar kemungkinan terjadinya kebocoran informasi pribadi atau rahasia perusahaan, termasuk serangan malware terhadap perangkat yang kian marak saat ini juga memungkinkan terjadinya kebocoran data pribadi yang dapat terkirim kepada pihak yang tidak sah. Selain itu, kini juga ditemui banyak kasus penipuan dengan satu kali klik terhadap gambar atau video yang dapat menyebabkan penagihan tidak sah atau mengarahkan pengguna ke situs palsu.

Indonesia memerlukan sebuah peraturan perundang-undangan yang secara khusus dapat mengatur mengenai perlindungan data pribadi, mengingat belum adanya peraturan yang dapat mengakomodir hal tersebut. Meskipun perlindungan terhadap data pribadi telah diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 20 Tahun 2016, tetapi perlindungan hukum yang sifatnya represif terhadapnya belum dapat memberikan perlindungan yang cukup karena sanksi yang dijatuhkan hanyalah sanksi administratif tanpa adanya sanksi pidana sebagai ultimum remedium. Harapannya, keberadaan peraturan perundang-undangan yang sah dapat menekan tindakan pelanggaran terhadap perlindungan data pribadi.

Mengingat kini Indonesia tengah mengalami peningkatan penggunaan internet, hal ini seharusnya menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh pemerintah. Karena keamanan dan kenyamanan yang diperoleh pengguna dalam melakukan transaksi seperti belanja online, juga dapat meningkatkan dan mendukung berkembangnya kegiatan ekonomi elektronik di Indonesia. Demi mendukung hal tersebut, Bank Sinarmas meluncurkan layanan pembukaan rekening secara digital melalui platform Simas Digi yang dapat diakses melalui mobile banking Bank Sinarmas, SimobiPlus.

“Kami terus berkomitmen untuk berinovasi digital. Simas Digi ini barulah awal Go Digital Bank Sinarmas, ke depannya kami berencana meluncurkan berbagai layanan produk perbankan digital lainnya. Semua ini demi kenyamanan dan kemudahan transaksi perbankan nasabah kami, yang tentunya tanpa melupakan security transaksi perbankan nasabah Bank Sinarmas,” ungkap Frenky Tirtowijoyo, Presiden Direktur Bank Sinarmas.

Melalui platform tersebut, calon nasabah dapat melakukan pembukaan rekening hanya dengan foto selfie dan tanda tangan digital. Calon nasabah tidak perlu datang ke kantor untuk bertatap muka dan mengisi berbagai formulir seperti dahulu. Melalui internet banking dan aplikasi mobile banking Simobi Plus, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan hanya melalui genggaman tangan seperti membuka rekening tabungan dan e-money dalam waktu satu menit dan deposito online multi currency yaitu IDR, USD, AUD, JPY, dan CNY tanpa perlu datang ke bank. Hal tersebut seiring dengan inovasi dan solusi transaksi digital Bank Sinarmas yang terus dikembangkan, tentunya dengan mengutamakan keamanan transaksi perbankan maupun data atau informasi nasabah Bank Sinarmas.

Terkait keamanan data ataupun informasi pribadi bagi seorang konsumen, Poltek SSN mengadakan suatu event tentang keamanan siber yaitu WRECK IT 2.0 dengan tema “Exploiting the Cyber, Catching the Vulnerabilities, Securing the State”. Kegiatan ini adalah sebuah webinar cyber security yang mengangkat isu-isu keamanan siber masa kini yang sangat menarik untuk dibahas. Dan juga kompetisi Capture The Flag dimana para peserta harus dapat mengalahkan peserta yang lain dengan keahliannya dalam mencari celah keamanan siber ataupun hacking. Event ini dapat diikuti secara gratis, cukup dengan membuka rekening Bank Sinarmas dan memiliki akun rekening SimobiPlus Mobile Banking sudah dapat mendaftar pada event WRECK IT 2.0. Daftarkan dirimu sekarang juga!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *