Tantangan dalam Perkembangan Keamanan Siber di Indonesia


Saat ini dunia sedang dalam era informasi yang merupakan era lanjutan dari era prasejarah, era agraris, dan era industri. Pada era informasi, keberadaan suatu informasi sangat penting bagi semua aspek kehidupan, serta merupakan salah satu kebutuhan hidup bagi individual maupun organisasi.

Keefektifan internet dipengaruhi oleh perhatian para penggunanya dengan memperhatikan nilai-nilai sosial dan peraturan pemerintah dari dampak negatif yang ditimbulkannya. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah terjadinya kejahatan siber. Kejahatan siber sangat perlu diperhatikan guna mengembangkan keamanan siber di sebuah negara termasuk Indonesia. Berdasarkan berbagai kejadian belakangan ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki kelemahan dalam keamanan siber. Hal ini dapat diketahui dengan maraknya kejahatan siber yang terjadi, seperti kebocoran data pengguna, peretasan akun nasabah sebuah bank, dan lain-lain.

Dalam tataran kebijakan, penanganan kejahatan siber berbeda dengan penanganan kejahatan pada umumnya. Biasanya pemerintah dapat dengan mudah mengendalikan dan menerapkan hukum di dalam wilayah kedaulatan negaranya. Namun tidak demikian dengan aktifitas pada lingkungan siber yang letak atau lokasi dapat berubah, dan hanya dapat dibayangkan. Penanganan kejahatan siber juga memerlukan pemikiran yang komprehensif.

Secara singkat, keamanan siber ke depan hendaknya dibangun atas lima bidang dasar yaitu adanya kepastian hukum (undang-undang kejahatan siber); teknis dan tindakan prosedural (pendekatan langsung dan penyedia layanan dan perusahaan perangkat lunak); struktur organisasi (menghindari struktur yang tumpang tindih); capacity building & pendidikan pengguna (kampanye publik dan komunikasi terbuka dari ancaman kejahatan siberterbaru); kerjasama Internasional (termasuk kerjasama timbal balik dalam upaya mengatasi ancaman siber).

Dengan ancaman terhadap ruang siber yang semakin berkembang, sumber daya manusia yang melindungi ruang siber harus juga ikut berkembang. Kemajuan teknologi selain memberi kita kemudahan juga membuka celah terhadap sistem-sistem keamanan pada suatu sistem. Agar tidak tertinggal arus perkembangan teknologi siber banyak dilakukan kegiatan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang siber. Salah satunya adalah kegiatan WRECK-IT 2.0.

WRECK-IT 2.0 yang diselanggarakan senat korps taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara memberikan ruang bagi para peminat tentang keamanan siber untuk mengikuti arus perkembangan teknologi dan meningkatkan kemampuannya dalam keamanan siber. Kegiatan WRECK-IT 2.0 terdiri dari perlombaan Capture The Flag (CTF) bertipe PwnLab, serta seminar mengenai Tren Keamanan Siber. Dengan kegiatan tersebut tentu saja dapat membantu meningkatkan keahlian para peminat keamanan siber terhadap perkembangan keamanan siber.

Selain Sumber Daya Manusia, kemananan siber juga harus berkaitan sistem yang melindungi suatu ruang siber. Dalam menghadapi tantangan tersebut Bank Sinarmas membuat sistem tersendiri pada keamanan fasilitas internet banking. Untuk memberikan rasa aman kepada nasabah dalam bertransaksi melalui media internet, Bank Sinarmas menggunakan teknologi terkini untuk memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bank Sinarmas menggunakan 3 (tiga) lapis sistem pengamanan untuk melindungi akses dan transaksi di internet banking Bank Sinarmas yaitu:

  1. Secure Socket Layer (SSL)

SSL adalah teknologi pengamanan yang ‘mengacak’ jalur komunikasi antar komputer dengan server internet banking sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak lain. Seluruh data di internet banking Bank Sinarmas dikirimkan melalui protokol SSL 128-bit encryption, yaitu suatu standar international pengiriman data rahasia dan paling aman saat ini melalui internet. Protokol SSL ini akan mengacak data yang dikirimkan menjadi kode-kode rahasia dengan menggunakan 128-bit encryption, yang artinya terdapat 2128 kombinasi angka kunci, tetapi hanya satu kombinasi yang dapat membuka kode-kode tersebut. Salah satu cara untuk memastikan bahwa situs yang Anda kunjungi adalah situs resmi milik Bank Sinarmas adalah dengan memastikan keberadaan simbol gembok di laman tersebut. Dengan melakukan double click pada simbol akan muncul informasi dari sertifikat tersebut, yang bertuliskan “This certificate is OK”.

  1. Username dan Password

Untuk dapat menggunakan fasilitas internet banking Bank Sinarmas, nasabah diharuskan memiliki username dan password yang dibuat pada saat nasabah melakukan aktivasi user internet banking. Bank Sinarmas akan mengidentifikasi nasabahnya lewat penggunaan username dan password internet banking Bank Sinarmas. Username terdiri dari minimal 8 karakter dan maksimal 20 karakter yang terdiri dari susunan huruf dan angka. Demikian juga dengan password yang terdiri dari minimal 6 karakter dan maksimal 20 karakter yang terdiri dari susunan huruf dan angka. Username dan password haruslah bersifat unik, oleh karena itu jangan sampai orang lain mengetahuinya.

  1. Passcode

Selain kedua fitur di atas, masih ada lagi pengaman berupa dynamic password yang dihasilkan oleh SimasKey berupa enam digit angka. Enam digit angka ini berubah setiap satu menit sekali, sehingga akan sulit bagi orang lain untuk menggunakan fasilitas Internet Banking Anda. Anda diharuskan memasukkan dynamic password yang dihasilkan SimasKey setiap kali Anda melakukan transaksi finansial seperti: transfer dana, pembelian dan pembayaran. Oleh karena itu jangan meminjamkan SimasKey Anda pada orang lain dan Anda harus menjaganya. Jika anda kehilangan SimasKey Anda segera hubungi kontak Bank Sinarmas untuk menghindari penggunaan SimasKey yang tidak bertanggung jawab oleh orang lain.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *